Loading...

Saking Dinginnya Bulu Mata Para Gadis Desa Yakutia ini Sampai Membeku

- 5:27 PM

Soreini.com, Sebuah desa terpencil di Rusia yang bernama Yakutia, desa ini memiliki suhu sangat ekstrim pada musim dingin suhu udara bisa mencapai munus 67 derajat Celcius (-88,6 farenheit).
Yakutia terletak sekitar 5.300 kilometer di timur Moskow ibu kota Rusia.

Meski suhu mencpai minus 40 derajat Celcius, para pelajar desa tersebut tetap menjalankan aktifitas rutin mereka berangkat sekolah.

Namun beberapa waktu lalu seluruh sekolah di desa tersebut diliburkan karena suhu udara semakin dingin, polisi pun menghimbau kepada orang tua untuk memastikan anak-anak mereka tetap berada di rumah.

Namun ditengah cuaca yang sangat dingin Anastasia Gruzdeva dan dua temanya teteap nekat bersantai meikmati salju. Seperti layaknya anak pada umumnya remaja mereka pun berfoto lalu mengunggah aktifitas mereka di media sosial.

Namun tak disangka foto yang mereka unggah ternyata menjadi viral, dalam foto tersebut mereka terlihat seperti mengenakan bulu mata palsu, padahal karena cuaca yang sangat dingin bulu mata mereka diselimuti salju.

Dalam foto yang diunggah pada 14 Januari 2018, Anastasia mengatakan bahwa suhu di tempatnya berpijak saat itu adalah minus 50 derajat Celcius (-58 derajat Fahrenheit).

Bahkan, kata Anastasia, di beberapa wilayah di dekatnya, suhu hampir mendekati titik terendah, yakni minus 67 derajat Celcius (-88,6 derajat Fahrenheit).

Di desa Oymyakon, salah satu tempat terdingin di Bumi, televisi pemerintah Rusia menampilkan gambar yang menunjukkan termometer yang tak bisa lagi menunjukkan angka suhu.

Tercatat secara manual, suhu di Oymyakon mencapai minus 71 derajat celcius (-98 Fahrenheit). Selama akhir pekan, lima pria dilaporkan mengalami hipotermia. Dua orang meninggal, mati beku, saat mereka mencoba berjalan ke pertanian terdekat setelah mobil mereka mogok. Tiga lainnya selamat karena mengenakan pakaian hangat, kata laporan para penyelidik.

Namun kantor pers gubernur Yakutia menyatakan, semua rumah warga dan perkantoran telah memiliki alat pemanas dan akses ke pembangkit listrik cadangan.

Fenomena semacam ini bukan hal asing bagia warga Yakutia, dalam suasana cuaca ekstrim seperti ini tidak mendominasi berita lokal. (sumber,global.liputan6.com)

Advertisement
comments

Featured