Inovasi Mampu Meningkatkan Pendapatan UKM Hingga 30%

- 12/10/2017
Aminah, pemilik UKM Alminana

Soreini.com, Jakarta, Sejumlah pelaku usaha menengah dari berbagai daerah mengaku meraup pendapatan tiga kali lipat atau naik 30 persen dengan menerapkan efisiensi dan efektivitas, kualitas hingga budaya ramah lingkungan.

Sebuah UKM di Gowa, Sulawesi Selatan, Alminana melakukan efisiensi dan modernisasi dari usaha yang berdirip pada 2011. Alminana merupakan Usaha Kecil Menengah yang bergarak pada bidang produksi bumbu tradisional khas Makasar, dengan langkah tersebut Alminana mempu meningkatkan omset hingga 30 persen.

Aminah (56), merintis usahanya dengan memberdayakan masyarakat lokal. Awalnya menjual bumbu racikannya dalam kemasan cair yang tidak tahan lama, melalui inovasi yang dia terapkan, bumbu tersebut ia produksi dalam bentuk bubuk dan kemasan alumunium foil yang bisa awet hingga satu tahun. Ternyata terobosan tersebut mampu mengantar usahanya mencapai pendapatan hingga Rp30 juta perbulan.

Selain memiliki keunggulan lebih tahan lama, kini produk bumbu Aminah dapat dipasarkan secara online, bahkan mampu menembus pasar modern yang ada dikota Makasar.

"Dulu kan masih bumbu cair sekarang ditingkatkan jadi bubuk. Kami menyiasati biar awet dan kemasannya dalam bentuk aluminium foil. Kita pasarkan online, sudah masuk ke toko oleh-oleh dan supermarket," katanya kepada Medcom.id di Gedung Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta.

Inovasi yang diterapkan Aminah meliputi mengubah kemasan, hingga menciptakan varian bumbu baru. Menurutnya UKM lain juga harus melakukan perubahan ini untuk mencpai produktifitas tinggi dan kenaikan pendapatan, seperti yang ia rasakan.

"Yang penting harus komitmen untuk teman teman yang mengikuti jejak saya mulai dari bawah kita pertahankan. Jangan cari keuntungan saja tapi tetap pertahankan rasa," imbuh dia.

Hal serupa diungkapkan Zaiwan, pemilik Toko Pelawan di Bangka Belitung. UKM tersebut memproduksi madu hutan liar, teh, lada, dan makanan dari hasil olahan laut. Sejak berdiri di 2008, Zaiwan kini sudah mempekerjakan sedikitnya 86 orang penduduk lokal dari yang semula tiga orang pekerja saja.

Selain melakukan inovasi pada kemasan dan ragam produk, Zaiwan juga melestarikan pohon kayu Pelawan yang selama ini menjadi sumber dari madu hutan liar. Atas perbaikan produktivitasnya itu, Toko Pelawan mendapat mendapat anugerah Paramakarya 2017.

"Produktivitas peningkatannya dari 2014 dapat penghargaan tingkat propinsi dan nasional," imbuh dia.

Kini omset toko Pelawan milik Zaiwan  mencapai Rp200 juta per bulan dengan 10 mitra kerja UKM yang tersebar di 18 provinsi di Indonesia. Bahkan madu hutan liar-nya,  mampu merambah ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

"Bahkan kita kirim ke Singapura dan Malaysia karena madu hutan liar untuk daya tahan tubuh, mencegah kanker dan tumor. Omzetnya Rp50 juta sampai Rp200 juta per bulan, walau belum sempurna, peningkatannya 30-50 persen," tutur dia.
(sumber,ekonomi.metrotvnews.com)
Advertisement
comments