Ternyata Film "The Exorcism of Emilie Rose", Terinspirasi dari Kejadian Ini


Soreini.com, Sebuah film banyak dibuat dari sebuah inspirasi kejadian nyata, yang tidak banyak diketahui orang salah satunya adalah "The Exorcism of Emilie Rose".

The Exorcism sebuah film horor yang sangat membuat orang merasa ngeri pada saat menontonya, namun mereka menganggap, "ah.. ini hanya cerita difilm". Tahukah anda jika The Exorcism of Emilie Rose (2005) ini sebetulnya terinspirasi dari kisah nyata yang dialami seorang gadis di Jerman yang bernama Anneliese Michel, seperti dalam kisah film ia memang mengalami fenomena kesurupan.

Anneliese, menjalani ritual eksorsisme Katolik klandestin pada tahun 1975, ia meninggal setahun kemudian akibat dehidrasi dan kelaparan. Pada saat itu, kejadian ini merupakan kasus resmi pertama di Jerman setelah 50 tahun kemudian kejadian yang dialami Anneliese satu-satunya kasus yang diketahui terdapat rekaman audionya.

Peringatan: Artikel ini berisi gambar nyata dan rekaman audio aktual yang diambil saat ekskretisme Anneliese. Ini mungkin terlalu menakutkan dan mengganggu bagi beberapa pembaca.

Anneliese lahir pada tanggal 21 September 1952.



Dia adalah sosok wanita muda yang ceria, baik, sopan, cerdas dan penyayang. Annelise ia memiliki pengetahuan yang baik mengenai Agama Katolik bahan ia seorang wanita yang sangat religius.


Annaliese bersama saudara kandungnya dan orang tuanya, Anna dan Josef Michel.




Pada tahun 1969, ketika usianya menginjak 17, kehidupan Annaliese yang bahagia dan damai berubah saat ia mulai mengalami serangan kejang dan epilepsi konstan, ia didiaknosa menderita psikosis parah dan epilepsi lobus temporal. Setelah melalui perawatan medis di rumah sakit jiwa justru membuat dirinya semakin depresi.

Tiga tahun kemudian, Anneliese mulai menunjukkan intoleransi terhadap hal keagamaan, bahkan menurut laporan ia juga mulai berhalusinasi, ia mengaku melihat setan dan mendengar suara yang mengutuknya ke neraka.

Sejauh itu, tidak ada perawatan medis yang mampu menolong dirinya, bahkan ia ingin bunuh diri Hal ini yang membuat keluarganya yakin bahwa Annaliese sedang dalam penguasaan setan.

Orangtua Anneliese, Josef dan Anna Michel, meminta bantuan para imam dan meminta pengabdian Katolik, namun para imam menolak dan merekomendasikan untuk kelanjutan perawatan medisnya. Sampai Fr. Ernst Alt dan Arnold Renz memutuskan untuk membantu keluarga.

Exorzismus-Prozess: Pater Arnold Renz


Pada tahun 1975, mereka meminta izin kepada Uskup Josef Stangl untuk melakukan eksorsisme klandestin terhadap wanita muda tersebut.
uskup

Eksorsisme berlangsung selama 10 bulan.



Selama proses Annaliese, suara dan wajahnya berubah menjadi seperti iblis, dia merobek bajunya, menjilat air kencingnya sendiri dan makan batubara. Menurut pengakuan bahwa setan yang menguasainya mengidentifikasi diri mereka sebagai Kain, Yudas Iskariot, Nero, Hitler dan Lucifer.
Anneliese kemudian berbicara tentang kematian sebagai martir dan menolak untuk makan.


Setelah 67 eksorsisme, Anneliese Michel meninggal karena dehidrasi dan kelaparan parah pada tanggal 1 Juli 1976 - dia berusia 23 tahun.

Para imam mengklaim bahwa eksorsisme itu sukses dan  dia dibebaskan dari setan yang memilikinya sesaat sebelum dia meninggal dunia.

Namun, orang tuanya dan para imam ditangkap oleh pihak berwenang dan dituduh melakukan pembunuhan yang lalim. Mereka membayar denda dan dijatuhi hukuman enam bulan penjara, namun hukuman percobaan tersebut telah dikurangi menjadi tiga tahun masa percobaan.

Dari kiri Alt, Fr. Renz, Anna, dan Josef selama persidangan.


Kasus Anneliese Michel telah disebut sebagai contoh kelalaian, pelecehan, histeria agama, dan gangguan psikologi yang salah. Tetapi para imam, uskup, keluarga, dan beberapa teman dekatnya percaya bahwa dia memang benar-benar dikuasai setan.

Berikut ini rekaman suara, bagaimana pendapat anda? 


Terimakasih telah membaca soreini, silahkan tinggalkan komen

Click to comment