Beberapa Merek Yang Berhasil Mengelabuhi Penggila Produk Luar Negeri


Soreini.com, Kekuatan citra sebuah merek mampu menimbulkan sebuah persepsi yang kuat pada konsumen. Tidak jarang hal tersebut mampu mengecoh konsumen, seperti halnya membeli air mineral, beberapa orang beranggapan jika air tersebut memiliki kandungan mineral yang tidak dimiliki oleh air biasa, padahal seperti kita ketahui bahwa semua air memiliki kandungan mineral.

Sangat unik pada merek produk anak bangsa berikut yang memproduksi produk kas negara lain, kekuatan merek yang mereka ciptakan membuat seseorang berpersepsi bahwa merek tersebut merupakan merek luar negeri baik disengaja atau tidak.


Berikut Ini Barang Merek Indonesia yang Dikira Merek Luar Negeri :


Jeans LEA

Jean Lea Asli Produk Indonesia, Tanggerang

Sebuah produk jeans yang mendunia ini merupakan produk asli Indonesia yang beroperasi di Tanggerang dibawah PT. Lea Sanent, jika menengok dari kualitas dan logo merek yang mencitrakan warna dan burung yang menjadi khas negara Amerika, orang akan beranggapan jika Lea merupakan merek jeans produksi Amerika


TOMKINS


Sebuah merek sepatu yang memiliki nama seperti merek nama orang Amerika ini ternyata asli produk Indonesia.

J.CO Donuts and Coffe


Donat dan kopi merupakan makanan yang biasa dikonsumsi oleh orang Amerika dan Eropa ditengah kesibukan atau untuk mengawali aktifitas, meskipun saat ini banyak orang yang tahu jika J.Co merupakan sebuah merek anak bangsa, namun awal kemunculan J.Co tidak banyak yang menyangka, jika J.Co merupakan produk Indonesia.

Hal ini juga disebabkan cita rasa dari donat serta racikan kopi, menimbulkan persepsi jika merek tersebut asli dari daerah asal donat dan kopi espresso yang mengembangkan sayap ke Indonesia. J.CO bahkan telah ada di berbagai Negara di Asia seperti Malaysia, Singapura, Philipina, China. Perusahaan ini dimiki oleh Johhny Andrean.

MASPION

Jika bukan dari ungkapan “Cintai produk-produk Indonesia!” pada iklan Maspion. Orang tidak banyak yang menyangka jika produk tersebut berasal dari Indonesia.

Persepsi ini timbul karena pada umumnya produk elektronik biasanya buatan luar negeri, selain itu Maspion berani bersaing kualitas dengan produk lain. Maspion memproduksi berbagai keperluan rumah tangga mulai dari setrika, blender, kipas angin sampai AC. Perusahaan yang berpusat di Surabaya ini memulai bisnisnya dari tahun 1960-an dengan fokus menghasilkan alat-alat rumah tangga.

POLYGON

Brand Polygon cukup dikenal, dari sepeda BMX, Mountain Bike, Downhill, dan berbagai jenis sepeda yang selalu mengikuti perkembangan jaman. Bagi beberapa orag beranggapan bahwa Polygon merupakan produk luar negeri.

Jika anda beranggapan serupa tentu wajar, karena Polygon memilih strategi bisnisnya dengan menjual barangnya di luar negeri lebih dahulu sebelum menjualnya di dalam negeri.

POLYTRON


Sebuah produk elektronik yang cukup populer ini diproduksi di kudus dan semarang, sejak tahun 1970 Polytron telah memproduksi televisi, dan produk Polytron tidak bisa dipandang sebelah, karena memiliki kualitas yang baik.

BYON


Byon ikut hadir meramaikan tren komputer jinjing atau yang biasa kita sebut notebook. Dengan harga jual yang lebih murah, Byon bukanlah produk asal-asalan. Melainkan punya konsep yang cukup unik, yaitu notebook yang dapat di-upgrade seperti komputer desktop.
Kehadiran Byon mebuktikan bangsa kita juga mampu membuat produk berteknologi tinggi. Jadi jangan heran jika produk ini terkenal murah, mengapa? karena ini produk indonesia. Jadi untuk yang berada di indonesia tidak kena pajak, jadi lebih murah kan.

CFC California Fried Chicken


Dari nama produk, California Fried Chiken menciptakan persepsi jika restoran tersebut berasal dari Kalifornia, Amerika yang masuk ke Indonesia.

Awalnya, perusahaan ini bernama California Pioneer Chicken. Namun sejak tahun 1988, namanya diganti menjadi California Fried Chicken hingga sekarang. Restoran yang dikelola PT Pioneerindo Gourmet Tbk itu tidak ada keterkaitan bisnis sama sekali dengan pihak atau perusahaan asing manapun.


ESSENZA


Dengan slogan "no tile like it" Kesan eksklusif yang membungkus Essenza, membuat orang mengira jika produk tersebut meruakan produk itali, Essenza adalah produk asli Indonesia yang sukses diekspor ke Italia, juga 25 negara.

Berbasis di Tangerang, sejak produksi komersialnya tahun 2003, PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk telah mengekspor ke Singapura dan Amerika Serikat, dan berhasil. Faktor penyeimbang yang membawa keuntungan, di saat pasar domestik lesu. Kini, Essenza bahkan termasuk salah satu produsen ubin keramik dunia.

EXCELSO


Produk yang merupakan salah satu anak perusahaan dari Kapal Api Group, yang cukup dikenal dengan brand-nya Kopi Kapal Api. Beroperasi sejak 1991 di Plaza Indonesia, cafe Excelso telah berevolusi menjadi salah satu ikon gaya hidup di kota-kota besar di Indonesia.

BUCCHERI


Tampil dengan kesan elegan Buccheri mampu membangun produk dengan image berkelas, bahkan orang mengira Buccheri merupakan produk asli Ital.
Buccheri merupakan merek dibawah PT. Vigano Cipta Perdana yang merupakan perusahaan asli Indonesia.

TERRY PALMER


Banyak yang mengira Terry Palmer merupakan brand dari luar, padahal handuk Terry Palmer tersebut diproduksi di Tangerang. Terry Palmer merupakan brand handuk yang dimiliki oleh PT. Indah Jaya. Handuk yang diklaim sebagai handuk paling higienis ini telah diekspor sampai ke Jepang, Australia, Amerika hingga negara-negara Eropa.

THE EXECUTIVE


The Executive dulu memiliki nama “Executive 99" yang berdiri tahun 1974. Setelah berganti pemilik sekitar tahun 1985, pada tahun 2000 resmi berganti nama menjadi The Executive. Saat ini, brand The Executive bisa dijumpai di Malaysia, Singapura, dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya.

EDWARD FORRER


Edward Forrer adalah perusahaan alas kaki dan tas asal Indonesia. Perusahaan ini dinamakan sesuai nama pendirinya, Edward Forrer, atau lebih sering disapa Edo.
Dimulai dengan memproduksi sepatu pada tahun 1989 di Bandung, kini Edward Forrer memiliki lebih dari 50 gerai di Indonesia, Australia, Malaysia, dan Hawaii. Edward Forrer memiliki kantor pusat di jalan Veteran No. 44 Bandung, Jawa Barat.

SOPHIE MARTIN PARIS



Sophie Martin didirikan oleh pasangan suami-istri berkebangsaan Perancis, Bruno Hasson dan Sophie Martin. Pada tahun 1997 mereka datang ke Indonesia karena Bruno mendapat tugas di sebuah perusahaan perancis yang ada di Indonesia. Mulanya, mereka tak berniat lama-lama tinggal di Indonesia, namun Bruno dan Sophie bukan pasangan ekspatriat biasa.

Sophie piawai merancang tas, sementara Bruno, dengan skill marketingnya yang tinggi, jeli mencium peluang bisnis untuk memasarkan keterampilan istrinya.
Dengan mempekerjakan seorang tukang jahit di loteng rumah, mereka merintis cikal bakal Sophie Martin. Karena pernah menjadi handbag designer untuk Christian Dior selama 2 tahun, maka produk yang pertama di buat adalah tas. Ternyata tas-tas yang dipromosikan dari mulut ke mulut tersebut, mendapat respon positif. Pintu untuk melebarkan sayap pun terbentang lebar. Trik Sophie Martin dengan menambahkan kata “paris” di belakang brand Sophie Martin tersebut ternyata cukup berhasil, dan mengecoh banyak konsumen.


GT RADIAL



Ban produksi PT Gajah Tunggal mulai menapaki aspal jalan di negara-negara Timur Tengah dan Asia sejak tahun 1983, lewat ban berteknologi bias (cross-ply) untuk kendaraan niaga seperti truk, bus dan mobil angkutan.
Baru pada tahun 1992, PT Gajah Tunggal mengekspor ban jenis radial (steel belted) dengan label GT Radial, untuk kendaraan sedan dan truk ringan sampai ke Amerika Serikat. Saat ini GT telah mengekspor ke lebih dari 80 negara di Eropa, Amerika, Timur Tengah, Asia (kecuali China), Afrika, Australia dan Selandia Baru, dengan nilai ekspor pada tahun 2007 adalah sebesar Rp 2,6 trilun, dan tahun 2008 diperkirakan mencapai sekitar Rp 3 triliun. Awal keberhasilan tersebut diperoleh berkat rajin mengikuti pameran dagang yang diselenggarakan di mancanegara.


Terimakasih telah membaca soreini, silahkan tinggalkan komen

Click to comment