Awas!!! Simbol-simbol Komunis Pada Band Rock ini


Soreini.com, Faham komunis sangat diharamkan di Indonesia, pada tahun 1966 Partai Komunis Indonesia (PKI) resmi dibubarkan oleh Suharto, dan ditangkapnya semua orang yang terlibat dalam PKI.

Dengan gencarnya pemerintah untuk menolak faham komunis termasuk penggunaan simbol-simbol yang berbau komunis, tanpa kita sadari bahwa sebuah grub band yang banyak digemari oleh anak muda ternyata banyak menggunakan simbol-simbol tersebut. Bahkan pada CD lagu Bombtrack memperlihatkan wajah Che Guevara,  hal ini jelas bahwa pemikiran Che Guevera menggambarkan ideologi dari band ini.

Rage Against the Machine berdiri tahun 1990 di kota Los Angeles, dengan mengusung aliran funk, hiphop dan metal, mereka sangat cepat populer diseluruh dunia. Mereka beranggotakan empat orang, Zack de la Rocha (vokalis), Tom Morello (gitaris), Brad Wilk (dramer) dan Tim Commerford (basis).

Bukan hanya memperlihatkan simbol komunis, Rage Against the Machine terang-terangan menyuarakan perlawanan terhadap sistem kapitalis, melalui lagu-lagunya dan melalui aksi panggungnya tak jarang mereka menyuarakan tentang keadilan sosial, hak asasi manusia bahkan sampai masalah politik.

Salah satu konser mereka  tahun 2017,dalam sebuah video youtube yang berjudul Prophets of Rage- Take the power back. Live Anti-Inaugural Ball, memperlihatkan pidato Tom Morello menyorot masalah isu sara oleh Presiden Amerika,  pada saat Donald Trump menyerukan perlawanan pada para imigran Muslim, Tom Morello sang gitaris meyerukan ajakan untuk membela kaum muslim Amerika pada para penggemarnya, bahkan dengan lantang ia menolak Donald Trump.


Dilansir dari www.berdikarionline.com,Tom Morello yang pernah juga mendirikan band Audio Slave adalah seorang aktivis politik. Mary Morello yang merupakan ibu dari Tom adalah pendiri organisasi anti sensor yang disebut Parents for Rock adn Rap dan Ayahnya seorang pejuang  pembebasan nasional. Jomo Kenyatta, presiden pertama Kenya dan sekaligus pendiri negeri tersebut, adalah pamannya dan sering mengajarinya soal politik.


Selain Tom Morello sang gitaris Rage Against the Machine  juga di motori oleh Zack de la Rocha (vokalis), Zach De La Rocha adalah salah satu dari sekian nama besar dan paling di segani di dunia musik alternatif, terlebih oleh karena sikap militannya terhadap dunia politik dan pembawaan vokalnya yang terasa sangat penuh diwarnai dengan rasa amarah.

Jelas jika Rage Against the Machine adalah grub band sayap kiri, yang menyimpan faham komunis sampai saat ini, karya-karyanya masih bisa didengar di Indonesia (sumber, id.wikipedia)

Terimakasih telah membaca soreini, silahkan tinggalkan komen

Click to comment