Timnas Garuda U-22 Gagal Dengan Penuh Hormat


Soreini.com, Perjuangan timnas U-22 Indonesia dalam laga SEA Games 2017 tidaklah mudah, untuk bisa lolos menuju semifinal Garuda muda harus menghadapi tim-tim kuat yang berkumpul di grub B.

Indonesia Melawan Thailand

Sesi pertama grub Indonesia harus menghadapi tim terkuat Asia Tenggara,  pada awal pertandingan menit ke 13 Thailand mampu memanfaatkan dua kesalahan pada saat membuang bola dan kiper Kartika Aji gagal menangkap bola.

Beberapa kali Indonesia melakukan tekanan pada Thailand namun mampu digagalkan, hingga pada menit ke 60 Osvaldo Haay ditekel di area kotak pinalti sehingga Indonesia mampu menyamakan kedudukan melalui eksekusi dari Septian David Maulanan yang begitu tenang dan tajam.

Meski berakhir dengan 1 - 1 seharusnya Indonesia memiliki peuang untuk menang melawan Thailand jika kita melihat hasil statistik pertandingan.

Mengadapi Filipina

Filipina yang diprediksikan sebagai kuda hitam pada grub B ternyata sangat mudah ditumbangkan dengan skor 3-0, namun ternyata kuda hitam pada grub B justru Timor Leste. Meskipun mudah pada saat menghadapi Filipina dari sinilah tabungan kartu kuning pertama Evan Dimas. Pada saat menerima tekel di area pinalti, seharusnya Indonesia pinalti namun Evan malah mendapat kartu kuning.



Insiden Kartu Kuning Evan Dimas dengan Timor Leste

Timor Leste tidak bisa dianggap remeh, meski pada pertandingan sesi ke tiga ini belum mampu menghasilkan poin buktinya Indonesia hanya mampu menjebol 1 goal ke gawang Timor Leste.
Sangat disayangkan  insiden keributan terjadi pada saat Evan Dimas terkena tendangan tinggi Philipe, pada kejadian tersebut Evan yang tidak mau menanggapi kejadian justru dihadiahi kartu kuning dari Wasit. Hal ini membuat Evan Dimas tidak bisa bermain Melawan Vietnam yang merupakan Tim Kuat setelah Thailand.


Melawan Vietnam, 10 Pemain Mampu Membuat Frustasi Vietnam

Pada babak pertama Indonesia tidak banyak menciptkan peluang-peluang gol, bahkan sebaliknya justru Vietnam memberikan tekanan pada Garuda Muda, pada babak kedua Indonesia balik memberikan tekanan pada Vietnam, cukup disayangkan Hanif harus menerima kartu merah, atas pelanggaran.
Dengan 10 pemain Indonesia menahan Vietnam 0-0,  hal ini memicu kemarahan pendukung Vietnam pada para pemain mereka karena tidak bisa membobol satu goal pun melawan Indonesia, dalam laga ini Kiper Satria Tama dan Kartika Aji menunjukan kemampuan penyelamatan yang baik.
Gagal kalahkan Indonesia, media-media Vietnam memberi julukan Indonesi sebagai Tim Rugbi yang suka bermain kasar.

Kamboja Tidak Mau Kalah Dengan Indonesia

Meski Kamboja tidak mendapat tiket ke semifinal Kamboja menunjukan permainan terbaiknya pada saat melawan Indonesia, permainan cantik dari Timnas Garuda berhasil menaklukan Kamboja 2-0. Namun sayang sekali sebuah insiden berharga yang menjadi pelajaran bagi semua Squad Garuda untuk selalu menjaga emosi terjadi pada babak kedua dan akhir pertandingan.



Indonesia Melawan Tuan Rumah Malaysia

Meski Malaysia bukan lawan yang diperhitungkan oleh Luis Milla namun ambisi Malaysia menjadi hal yang perlu diperhatikan, hal ini terbukti permainan apik Garuda Muda mampu dikalahkan. Terlepas tekel yang dialami Osvaldo Haay hanya dibiarkan oleh Wasit.

Kekalahan ini membuat para punggawa garuda muda terpukul, karena permainan bagus mereka tidak mampu mengantar ke Final.

Melawan Myanmar

Pada babak pertama Indonesia tertinggal 1-0 dengan Myanmar, namun Timnas Indonesia tetap fokus. Pada babak kedua Indonesia melakukan tekanan pada Myanmar dan mempu mengasilkan 3 gol balasan.


Gagal Meraih Emas Tapi Pulang Dengan Rasa Hormat

Meski Indonesia harus puas dengan perunggu, namun Indonesia mampu menyajikan permainan yang menarik, jika Timnas Garuda berambisi sebagai juara maka pada ajang ini mereka telah gagal, Namun jika Timnas Garuda ingin bermain dengan kualitas yang baik mereka sudah berhasil menunjukkan pada ajang SEA Games 2017.



Hal ini ditegaskan oleh Srtiker Thailand Sittichok Kannoo yang ingin bertemu Indonesia saat final, karena menurutnya Indonesia Lebih baik dari pada Malaysia.

Selain itu pelatih Myanmar Ziese mengungkapkan, “Mereka adalah tim top, dan normalnya, mereka (seharusnya) berada di final, bukan di semifinal (perebutan tempat ketiga),” ujar pelatih yang membawa Myanmar lolos ke Piala Dunia U-20 2015 itu.

Meski telah menunjukan yang terbaik, timnas Garuda harus terus menjadi lebih baik. Setiba di tanah air PSSI akan melakukan evaluai.


Terimakasih telah membaca soreini, silahkan tinggalkan komen

Click to comment