Ilmuan Perancis ini, Berhasil Menemukan Kesesuaian AlQuran dan Sain


Soreini.com,  Jika anda pernah mendengan tentang Bucaillism anda akan mengingat sosok ilmuan Perancis yang melakukan penelitian tentang tingkat kesesuaian AlQuran dengan sains modern dan ia adalah Prof. Maurice Buchaille. Bucaillism merupakan istilah yang digunakan untuk gerakan yang menghubungkan ilmu pengetahuan modern dengan agama, dan terutama dari Islam. Bucaillists mengkampanyekan ide jika AlQuran berasal dari Tuhan, karena berisi fakta-fakta ilmiah.

Siapakah Maurice Bucaille?

Maurice Bucaille adalah seorang ilmuan ahli bedah terkemuka di negeri Perancis,  lahir di Pont-l'Eveque, 19 Juli 1920 – meninggal 17 Februari 1998 pada umur 77 tahun.

Berawal dari tawaran bantuan pemerintah Perancis kepada Mesir untuk meneiti dan menganalisa mumi Firaun pada tahun 1975, pemerintah Mesir pun menyambut dengan menerima tawaran tersebut.

Setelah mumi Firaun tiba di Perancis, Dr. Maurice Bucaille yang dipercaya oleh pemerintah Perancis untuk melakukan penelitian tersebut.

Dr. Maurice Bucaille merasa antusias dengan penemuan baru tentang penyelamatan mayat Firaun dan pengawetanya yang ia tulis dengan judul Les momies des Pharaons et la midecine (Mumi Firaun; Sebuah Penelitian Medis Modern) yang berhasil mendapat penghargaan Le prix Diane-Potier-Boès (penghargaan dalam sejarah) dari Académie française dan Prix general (Penghargaan umum) dari Academie nationale de medicine, Perancis.

Namun terkait dengan hasil penelitiannya tersebut, seorang rekan Bucaille mengatakan "Jangan tergesa-gesa, karena sesungguhnya kaum Muslim telah berbicara tentang tenggelamnya mumi ini". Namun reaksi Bucaille justru menyangkal, karena menurutnya hal ini tidak mungkin terjadi, mumi tersebut baru ditemukan pada tahun 1898 dan dibutuhkan sebuah teknologi modern dan peralatan canggih.

Setelah pemerintah perancis mengembalikan mumi Firaun kembali kepada pemerintah Mesir, justru rasa penasaran dan keingintahuannya mengenai bagaimana orang Islam bisa meyakini bahwa mayat Firaun akan utuh padahal di AlQuran mulai ada sekitar tahun 600 sebelum mumi tersebut ditemukan.

Bucaille menemui rekannya para ilmuan autopsi Muslim untuk mengetahui langsung bagaimana ALQuran menjelaskan tentang Firaun dan Musa, hasilnya ia terkejut dengan bacaan QS Yunus; 92


”Maka pada hari ini kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.”

Ayat ini yang menggerakkan Maurice Bucaille untuk melakukan penelitian tingkat kesesuaian hakikat ilmiah dan penemuan-penemuan modern dengan Alquran, serta mencari satu pertentangan ilmiah yang dibicarakan Alquran. (Sumber Riaujos)




Terimakasih telah membaca soreini, silahkan tinggalkan komen

Click to comment