Dodol Pocong, Bergelantung Membawa Untung


Soreini.com, Langkat - Mendengar kata "Pocong" terlintas sosok mengerikan yang membuat bulu kuduk berdiri. Bila anda melintas di Kota Tanjungpura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), anda akan menemui pocong, namun tidak menyeramkan, malah sebaliknya, hilang rasa takut tergantikan rasa lezat memanjakan lidah.

Ya, namanya Dodol Pocong, makanan ini hadir bergelantungan di sekitar jalan Lintas Sumatera tepatnya di Desa Paya Perupuk.

Dodol Pocong dibungkus pelepah pinang yang biasanya berwarna putih. Isinya seperti dodol pada umumnya, namun yang membuat dodol ini berbeda, bentuk bungkusnya. Diikat mirip Pocong, di kedua ujungnya.

Para pedagang dodol pocong, ada di sepanjang jalan. Mereka menawarkan kepada pembeli dengan memajangnya secara bergelantungan, benar-benar mirip pocong.

Cara membuat Dodol Pocong, sama seperti dodol pada umumnya. Menggunakan bahan tepung terigu, pulut, gula merah asli, dan santan secukupnya. 

Semua bahan dimasak menggunakan tungku dengan kayu bakar. Perlu waktu 3 hingga 4 jam untuk memasak dodol pocong.

Dikutip dari laman okezone, Menurut pembuat dodol pocong, Rahman, dodol ini pada umumnya sama namun kemasan yang berbeda. “Ada dodol pocong yang kecil dan ada juga yang besar tergantung keinginan,” ujarnya.

Dodol Pocong diminati wisatawan dari luar negeri. Mereka menyukai bentuknya yang bergelantungan mirip pocong.

Dodol Pocong mempunyai aneka rasa, ada rasa pandan, durian, dan wijen. Dodol pocong ini pun membawa untung, apalagi jelang musim mudik tahun ini.