Mahasiswa Aceh Kutuk Serangan Bom di Suriah


Soreini.com, Banda Aceh - Sejumlah mahasiswa Aceh yang tergabung dari beberapa ormas dan organisasi kemahasiswaan menggelar aksi solidaritas peduli Islam untuk Suriah di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat, 7 April 2017.

Mereka mengutuk serangan bom beracun yang dilancarkan Pemerintah Suriah terhadap warganya di kawasan Khan Sheikhoun, Provinsi Idlib, sehingga menewaskan 20 anak-anak dan 52 orang dewasa.

Aksi yang dimulai pukul 10.30 WIB itu dikawal pihak kepolisian dan menarik perhatian pengguna jalan. Massa yang berasal dari KAMMI Aceh, Fosma Unsyiah, LDK Ar Risalah, FSLDKN, Dema Fakultas UIN Ar Raniry, PDDA, dan GPS, turut membawa selembar spanduk bertuliskan, “Suriah Mencekam, Dunia masih Bungkam” dan beberapa karton bertuliskan kecaman terhadap Presiden Suriah, Bashar al Assad.

Koordinator Lapangan, Ridho Rinaldi dalam orasinya mengatakan, bahwa serangan yang dilancarkan tersebut merupakan sebuah kezaliman yang luar biasa. Sebab, banyak anak-anak yang menjadi korban hingga merenggut nyawa. 

“Bom ini sifatnya bukan bom biasa, tetapi bom ini menyiksa dulu yang akhirnya berujung kematian. Jikapun ada yang selamat, maka akan berdampak pada kesehatan korban,” katanya.

Ia menyatakan, akibat dari serangan bom beracun ini, banyak warga sipil terutama anak-anak mengalami sesak nafas, asma, muntah-muntah, pusing, terbakar mata dan kulit. Serangan yang dilancarkan kali ini, kata Ridho, diduga menggunakan bom kimia yang berisi gas klorin. Serangan ini menyebabkan kematian yang menyakitkan karena harus menahan sakit yang luar biasa terlebih dahulu.

“Karena itu kita menuntut, tolonglah disudahi perang saudara ini. Kita juga meminta PBB untuk membuka mata dengan memberi sanksi tegas, terutama terkait penggunaan bom ini dimana pengunaannya sangat jelas melanggar. Kemudian, kalau bisa Presiden Bashar al Assad agar segera mundur dari jabatannya karena sikapnya akan terus menyengsarakan rakyat Suriah,” pungkasnya.

Presiden Bashar dinilai telah melakukan kejahatan luar biasa dengan melakukan serangan bom beracun di kawasan Khan Sheikhoun, Provinsi Idlib, Suriah pada Selasa 4 April 2017, sehingga menewaskan 20 anak-anak dan 52 orang dewasa. Insiden ini, mengulangi mimpi buruk tahun 2013 di mana saat itu sekitar 1.500 orang tewas akibat terkena gas sarin.

AcehTribunnews