Penemuan Langka, Katak Memancarkan Cahaya Bak Lampu Neon

Penemuan Langka, Katak Memancarkan Cahaya Bak Lampu Neon
Soreini.com, Argentina - Para ilmuwan yang berasal dari Argentina dan Brasil pertama kalinya menemukan seekor katak yang mampu secara alami memancarkan cahaya berpijar bak sinar lampu neon.

Para ilmuwan itu, berada di museum illmu pengetahuan alam, Bernardino Rivadaiva yang mendapatkan seekor katak mengeluarkan cahaya berpendar seperti lampu neon.

Menurut peneliti, penemuan katak langka itu didapatkan secara kebetulan saat mereka sibuk mempelajari asal muasal metabolisme pigmen dari spesies katak pohon di Amerika Selatan.

Saat katak berada di bawah sinar cahaya normal, kulit katak berwarna coklat kekuningan dengan bercak titik-titik merah, namun ketika para peneliti menyinari cahaya ultraviolet ke arah atas, katak berubah warna menjadi hijau langit.

Menurut keterangan salah seorang ilmuwan, Carlos Taboada, penemuan ini menjadi sebuah catatan ilmiah kali pertama tentang seekor katak yang mempu berpendar bak neon.

"Kami sangat gembira," ujar salah seorang peneliti, Julian Faivovich, seperti lansiran AFP, Jumat 17 Maret 2017.

"Meski cukup membingungkan," ujarnya lagi.

Julian mengatakan, penemuan ini mengubah secara radikal pengetahuan sebelumnya tentang floresensi di lingkungan darat, dan membuka kemungkinan baru penemuan baru senyawa neon yang mungkin dapat diterapkan secara ilmiah maupun teknologi.

Hal itu juga membuka ruang tanya baru, tentang komunikasi visual yang dilakukan katak sebagai binatang amfibi.

Sekitar 200 sampel katak diteliti untuk memastikan fenomena cahaya berpendar pada katak, dan digunakan untuk mendeteksi sifat neon yang terdapat di semua spesimen.

Sementara, salah seorang peneliti independen dan ahli di bidang floresensi mengatakan, sifat berpendar pada spesies air adalah hal yang lumrah, namun sifat itu tidak pernah terjadi pada binatang amfibi.

Saat ini, temuan itu diterbitkan National Academy of Sciences dalam kertas kerjanya.