Lelang Pesawat Telepon Adolf Hitler Terjual Rp.3,3 Miliar

Lelang Pesawat Telepon Adolf Hitler Terjual Rp 3,3 Miliar Soreini.com, Washington - Pesawat telepon milik diktator Jerman Adolf Hitler dilelang, dan terjual dengan harga 243.000 dollar AS, atau kira-kira hampir Rp.3,3 miliar.

Kabar ini dilansir Rumah lelang di Washington, Amerika Serikat menyelenggarakan lelang pada Minggu, 19 Februari 2017

Rumah lelang Alexander Historical Auctions, tidak mengungkap siapa orang yang memenangi lelang tersebut.

Sebelumnya, diprediksi telepon ini akan dapat terjual antara 200.000-300.000 dollar AS, dari patokan harga awal saat lelang sebesar 100.000 dolar AS.

Perusahaan lelang yang berkedudukan di Maryland itu menawarkan lebih dari 1.000 barang dalam lelang kali ini.

Andreas Kornfeld dari rumah lelang Alexander, kepada AFP, mengatakan, tingginya harga barang yang dilelang ditentukan oleh sejumlah faktor, antara lain, keunikan dan kelangkaannya.

"Mustahil untuk menemukan peninggalan yang lebih bermakna daripada alat utama yang digunakan oleh orang yang paling jahat dalam sejarah ini."


"Ini bukan telepon kantor biasa," demikian tulis rumah lelang dalam sebuah pernyataan.


"Ini merupakan alat komunikasi yang dipakai Hitler untuk melakukan penghancuran."


Di masanya, telepon ini selalu dibawa Hitler saat bepergian, untuk memudahkan dia berkomunikasi dengan para komandan militernya.

Telepon ini merupakan hadiah dari Angkatan Darat Jerman atau Wehrmacht yang ditemukan para serdadu Uni Soviet setelah mereka menyerbu bungker Hitler di Berlin pada 1945.

Para perwira Tentara Merah kemudian memberikan telepon itu kepada Brigjen Sir Ralph Rayner, seorang perwira Inggris, saat dia berkunjung ke bungker tersebut setelah Jerman menyerah.

Di badan telepon ini dicetak lambang Partai Nazi dan nama Adolf Hitler.
Salah satu bentuk kekhususan pada telepon itu adalah gagang telepon harus diputar 60 derajat, sebelum bisa diangkat dari tempatnya.

Fitur itu terpasang agar gagang telepon tak mudah terlepas saat dibawa bepergian di kereta api atau kendaraan bermotor.

Kompas/AFP