Siapakah Sebetulnya Anonymous


Soreini.com, Anonymous merupakan sebuah organisasi hacker yang sangat terjaga kerahasiaanya, menurut wikipedia anonymous sendiri didirikan oleh hacktifis pada tahun 2003. Biasanya para anggota anonymous muncul didepan publik dengan menggunakan topeng Guy Fawkes yang sering dikenal dengan V for Vendeta.


Pada tahun 2011, majalah Time memasukan nama anonymous sebagai salah satu orang yang berpengaruh di Dunia. Hal ini menunjukan bahwa para anggota anonymous adalah hacker-hacker yang memiliki kemampuan luarbiasa.

Seperti namanya anonymous, yang dalam istilah dalam sebuah forum untuk orang yang tidak mau menyebutkan namanya, mereka merepresentasikan organisasi ini sebagai kelompok individu yang tidak bernama.
Anggota Anonymous terdiri dari banyak pengguna forum internet. Mereka memobilisasi serangan atau misi melalui berbagai wadah. Seperti di 4chan, YouTube, sampai melalui Facebook.
Setiap anggota mereka melakukan aksinya secara independen.

Seperti sebuah organisasi lainnya, anonymous memiliki sebuah semboyan
"We are Anonymous. We are Legion. We do not forgive. We do not forget. Expect us."
"Kami Anonymous, Kami Legium (bala tentara dalam jumlah besar), Kami tidak pernah memberi ampun, Kami tidak akan pernah lupa, Harapan kami"

 Anonymous  melakukan bantuan pada Palestina untuk tetap bisa berkomunikasi ketika jaringan Fiber Optik dari Turki ke Palestina diblokir oleh Israel.

Beberapa Serangan Besar yang Pernah dilakukan Anggota Anonymous

Serangan Gereja
Kelompok ini menjadi tenar di dunia internasional pada 2008 setelah berbulan-bulan kampanye melawan Church of Scientology bernama ‘Project Chanology’. Hacker (peretas) ini menghancurkan situs gereja ini dan membanjiri mesin fax mereka dengan fax hitam.

Tak cukup itu, kelompok ini mengkoordinasi metode serangan bernama ‘Google Bombing’ di mana ‘scientology’ ditautkan hal lain seperti ‘bahaya’ dan ‘kultus’ agar hasil pencarian menjadi kacau.

Kelompok ini merespon proyek itu dengan membuat ‘Project Chanology’ yang kabarnya merupakan upaya ilmuwan menggunakan internet untuk menyensor informasi salah mengenai praktek mereka.


Penemuan Gelap
Pada Oktober, Anonymous kembali menarik perhatian karena berhasil melumpuhkan 40 situs por*ografi anak ilegal. Anggota kelompok ini menemukan cache situs itu pada 14 Oktober lalu saat menyusuri situs rahasia Hidden Wiki.

Saat bersamaan, Anonymous menemukan ratusan situs bawah tanah yang tak tampak di mesin pencari. Para peretas ini khususnya menarget situs berbagi file pedofil Lolita City dan membocorkan 1.589 nama aktif anggotanya ke publik pada 18 Oktober lalu. Dalam kampanye ‘Operation Darknet’, kelompok ini juga menguak sisi gelap internet yang disebut ‘darknet’ yang tak bisa diakses pengguna biasa.

BART Lumpuh
Pada 11 Agustus lalu, layanan ponsel pada platform kereta San Fransisco Bay Area Rapid Transit System (BART) lumpuh. Hal ini dilakukan sebagai protes pada kepolisian BART yang menembak penumpang tak bersalah dengan luka fatal.

Anonymous kemudian meresponnya dengan serangkaian serangan membobol database konsumen BART yang kemudian mengunggah nama, email, kode pos dan password akun ribuan pengguna MyBART.org. Tak hanya itu, kelompok ini juga membobol kepolisian BART dan mengunggah lusinan nama dan alamat petugas BART.

Cybergate
Pada Februari, CEO firma keamanan cyber HBGary Federal Aaron Barr mengaku berhasil menyerang Anonymous dan mengungkap informasi anggotanya. Saat itu, kelompok ini menyerang balik dan menang. Awalnya, para peretas ini membobol situs HBGary Federal dan mencuri 70 ribu pesan dari sistem emailnya serta membuat email itu bisa dicari di web.

Email itu sendiri berisi informasi penting mengenai perusahaan itu, termasuk rencana perusahaan menghancurkan WikiLeaks serta membuat kampanye umum dengan informasi salah. Serangan ini sendiri berakhir pada penyelidikan pemerintah di banyak perusahaan yang terkait skandal ini dan memaksa Aaron Barr mengundurkan diri.

Revolusi Arab (Arab Spring)
Anonymous memiliki peran dalam revolusi Arab sejak awal tahun ini. Kelompok ini melakukan serangkaian serangan ‘denial of service’ pada situs pemerintah Mesir, Tunisia dan Iran.

Serangan-serangan ini menggunakan software sederhana guna membebani situs dengan trafik berlebih yang akhirnya menghancurkannya. Para peretas juga merilis alamat email dan password pejabat pemerintah Timur Tengah yang melawan Arab Spring ini, termasuk Bahrain, Mesir, Yordania dan Maroko.

Para awal Agustus, Anonymour membobol situs Kementerian Pertahanan Suriah dan memasang gambar bendera pra-Ba’athist yang merupakan simbol gerakan pro-demokrasi yang terjadi di negara itu serta mengirim pesan mendukung pemberontakan Suriah.

Masih banyak lagi aktifitas anonymous, mereka melakukan aksi protes sosial untuk menegakkan keadilan dengan cara mereka, bukan hanya penyerangan anonymous juga melakukan bantuan pada Palestina untuk tetap bisa berkomunikasi ketika jaringan Fiber Optik dari Turki ke Palestina diblokir oleh Israel.

 (sumber http://www.arief-cyber4rt.com)