Kisah Raja Kehilangan Jari Kelingking


Soreini.com, Kisah berikut merupakan kisah epik yang dikutip dari audiobook Anrie Wongso, dalam kisah ini kita belajar tentang sebuah hikmah besar dalam kehidupan. Sebagai berikut kisahnya.

Suatu hari seorang raja pergi berburu ditemani penasehat dan beberapa pasukan, sang raja sangat menikmati sekali kegiatan ini, sampai tiba-tiba datang binatang buas yang menyerang rombongan tersebut. Pada saat kejadian itu kereta kuda yang dinaiki sang raja dan penasehat terguling hingga jari kelingking sang raja terpotong.

Setelah kembalinya mereka dikerjaan, sang raja terlihat sedih meratapi jarinya yang hilang, beberapa kali ia marah sambil melempar barang disekitarnya. Lalu sang penasehat berusaha menenangkan hati sang raja. "Tenang paduka, syukuri saja apa yang terjadi pada diri paduka." kata si penasehat. Mendengar ucapan tersebut sang raja justru menjadi marah besar.
"Mudah sekali kamu bicara, aku kehilangan jari ku, kau bilang suruh sersyukur!!!".

Tanpa berfikir panjang sang raja langsung memerintahkan pengawal untuk memasukan si penasehat kedalam penjara. Sang penasehatpun menerima keputusan raja dengan tenang.

Setahun berjalan, sang raja bersama penasehat barunya pergi berburu, ia ingin mendatangi tempat yang sebelumnya belum pernah ia jangkau, namun yang terjadi sekelompok suku kanibal datang menyerang rombongan, semua pasukan sudah terbunuh hingga tinggal sang raja dan penasehat barunya.

Singkat kata mereka berdua berhasil ditangkap hidup-hidup oleh suku kanibal. Memasuki permukiman suku tersebut terlihat sebuah persiapan upacara ritual, ternyata sang raja dan penasehat akan dijadikan tumbal.

Beberapa saat kemudian, datang beberapa suku kanibal yang mulai memandikan mereka dan memeriksa tubuh mereka, lalu setelah mengetahui jari sang raja tidak utuh, suku kanibal tersebut melepaskan sang raja.

Sang raja pun berlari dengan keadaan tangan terikat, sesampainya di istana seluruh kerjaan menyambut dengan penuh rasa cemas melihat keadaan rajanya yang pucat kelelahan dan tangan terikat.

Tanpa basa basi raja memerintahkan pasukanya untuk melepas penasihat lamanya. Beberapa saat kemudian, sang penasihat hadir menghadap raja.

"Ternyata kau benar, aku selamat dari kematian, karena jariku yang putus" kata raja, namun penasihat masih belum paham sampai akhirnya raja menjelaskan semua kejadian.
"Namun penasihat baru itu yang dijadikan korban oleh para suku kanibal, mulai saat ini aku bebaskan kamu dan kuangkat kamu kembali menjadi penasihatku". Seketika itu juga si penasihat bersimpuh, "terimakasih, karena paduka telah memenjarkan saya" ujar penasihat. "Jika paduka tidak memenjarkan saya, maka orang yang akan dijadikan korban tersebut adalah saya".

Dengan kejadian ini, raja belajar tentang arti bersyukur dan hikmah. Begitu juga dengan kita, terkadang suatu hal yang terjadi pada kita adalah rahasia Tuhan yang akan kita sadari dimasa depan.