Gadis Belia Terkena Sindrom "Manusia Pohon" yang Pertama Kali di Dunia


Gadis Belia Terkena Sindrom "Manusia Pohon" yang Pertama Kali di Dunia
Sahana, asal Bangladesh yang terkena sindrom manusia pohon (Daily Mail)

Soreini.com, Bangladesh - Sahana Khatun (10), gadis belia asal Bangladesh ini mengalami nasib sangat memilukan. Ia diduga terkena sindrom "manusia pohon" yang membuat banyak kutil tumbuh di wajahnya.

Pada awalnya, orang tuanya berpikir jika kutil-kutil ini adalah hal yang biasa saja sehingga dibiarkan begitu saja. Sayangnya, kutil ini tumbuh semakin banyak dan bahkan semakin keras layaknya kayu.

Melihat kutil ini semakin parah, Sahana pun segera diperiksakan kondisinya ke Dhaka, Bangladesh. 

Para dokter dari rumah sakit pun menduga jika Sahana terkena sindrom manusia pohon atau epidermodysplasia verruciformis (EV). Penyakit yang sangat langka ini terjadi karena adanya kelainan genetik. Sebelumnya, kasus ini kerap kali terjadi pada kaum pria sehingga Sahana diperkirakan akan menjadi wanita pertama yang terkena penyakit ini.

“Kami meyakini, ia menjadi wanita pertama yang mengalami sindrom ini,” ujar Kepala Rumah Sakit Bedah Plastik di Bangladesh Samanta Lal Sen, Dikutip Soreini.com dari Daily Mail, Minggu, 5 Februari 2017.

Mohammad Shahjahan, ayah dari Sahana, mengaku sangat sedih dengan kondisi putrinya. 

Sebelumnya, sang ibu sudah meninggal dunia pada saat Sahana berusia enam tahun. Ia tak ingin Sahana kembali bersedih karena penyakit yang aneh ini dan berharap dokter mampu menghilangkan kutil yang sudah sekeras kayu pada wajah cantiknya.

Para dokter pun berusaha keras untuk mencari tahu seberapa parah penyakit yang diderita Sahana ini. Mereka berharap jika sindrom EV ini lebih jinak dari biasanya.

“Kami sangat miskin. Anak saya juga telah kehilangan ibunya sejak ia berusia enam tahun, maka saya berharap dokter dapat menghilangkan akar di wajah anak saya yang cantik,” kata Shahjahan.

Sindrom EV ini sendiri disebabkan oleh infeksi dari human papilloma virus (HPV) yang menyerang kulit. Virus ini sendiri memicu kutil yang tumbuh dengan liar di sekujur tubuh hingga sangat tebal dan sekeras kayu, karena alasan inilah penyakit itu dinamai sindrom manusia kayu atau manusia akar. 

Persoalannya, jika penyakit ini dibiarkan, kutil semakin mengeras dan tubuh penderitanya pun semakin kaku dan bisa berakhir dengan lumpuh. 

Sayangnya, hingga sejauh ini, belum ada obat yang benar-benar bisa menyembuhkan penyakit ini dan andai sudah dioperasi pun, ada kemungkinan kutil atau tumor ini bisa kembali muncul di kemudian hari.