Tak Lagi Ateis, Mark Zuckerberg Saat Ini Akui Memeluk Agama Itu Penting


Tak Lagi Ateis, Mark Zuckerberg Saat Ini Akui Memeluk Agama Itu Penting

Soreini.com, Los Angeles - Pendiri sosial media Facebook, Mark Zuckerberg, baru-baru ini menegaskan dirinya tak lagi menganut paham ateis.

Mark yang terlahir sebagai seorang Yahudi mengatakan, bahwa  memeluk sebuah agama adalah hal yang "penting".

Dia membuat pernyataan ini, setelah bertemu Paus Fransiskus dan mempelajari agama Buddha.

Lewat akun resminya di Facebook, Minggu lalu Mark mengucapkan selamat Natal dan hari Hanukkah untuk para followers-nya yang memeluk Kristen dan Yahudi.

Beberap komentar bermunculan di media sosial menanggapi ucapan selamat itu. Ada juga seorang netizen yang mempertanyakan soal paham ateis Mark yang pernah diyakininya.

"Tidak (ateis). Saya dibesarkan dalam tradisi Yahudi, lalu saya memasuki periode ketika saya mempertanyakan banyak hal. Namun, kini saya yakin agama itu sangat penting," ujar Zuckerberg, diwartakan Kompas, Rabu, 4 Januari 2017, dikutip dari Telegraph.

Dalam profil Facebooknya, Mark sebelumnya menyebut dirinya sebagai seorang ateis.

Pada saat iu, Mark pernah memuji agama Buddha yang dipeluk sang istri, Priscilla Chan. Dia bahkan pernah mengunggah foto Priscilla tengah berdoa di sebuah pagoda di Xi'an, China.

Saat bertemu dengan Paus Fransiskus tahun lalu. Mark lebih banyak membahas cara menjangkau negara-negara yang sedang berkembang.

Diketahui, Mark dan istrinya kerap mendiskusikan nilai-nilai moral mereka. Keduanya pernah menjanjikan akan menyumbangkan 99 persen kekayaan mereka untuk tujuan-tujuan baik, seperti riset kesehatan.

Ini adalah kali pertama Zuckerberg memastikan bahwa dirinya bukanlah seorang ateis.