Pidato Terakhir Obama Penuh Keharuan


Pidato Terakhir Obama Penuh Keharuan
Presiden Amerika Serikat Barack Obama berlinang air mata, saat menyampaikan pidato terakhirnya sebagai presiden, Rabu, 11 Januari 2017 di gedung Mccormikc Place, Chicago, Amerika Serikat.

Soreini.com, Chicago - Pidato terakhir Obama membuat seisi ruang terharu. Dia tak menutupi rasa haru ketika menyampaikan terima kasih pada sang istri, Michelle Obama dan anak-anaknya juga kepada wakil Presiden Joe Biden.

Obama menyampaikan pidato terakhirnya sebagai presiden, Rabu, 11 Januari 2017 di gedung Mccormikc Place, Chicago, Amerika Serikat.

"Michelle Lavaughn Robinson, selama 25 tahun terakhir, kau telah menjadi bukan cuma istri dan ibu dari anak-anaku, tetapi juga sahabat terbaikku. Kau menerima peran yang tak kau minta dan menjalankannya dengan anggun, tabah, dan penuh corak dan humor," kata Obama dikutip dari Liputan 6.

"Kau membuat Gedung Putih menjadi sebuah tempat bagi semua orang, dan generasi baru menetapkan target mereka lebih tinggi karena ada kau sebagai panutan. Kau membuatku bangga, kau membuat negeri ini bangga," ujar Obama.

Barack Hussein Obama, dari Partai Demokrat jadi Presiden Amerika Serikat ke-44 dan menjabat selama 2 periode. Yaitu 2009 hingga 2013, setelah mengalahkan John Mccain. Periode kedua 2013-2017 setelah mengalahkan Mitt Romney.

Pada kesempatan ini, Obama juga menegaskan sikapnya yang menolak diskriminasi terhadap umat Muslim di Amerika, dan tetap menjaga kebebasan dan hak-hak sipil.

Dalam pidatonya, Obama juga mengungkapkan pencapaian kinerja selama 8 tahun berkantor di Gedung Putih. Mulai dari permasalahan asurani kesehatan, penanganan terorisme, hingga penutupan penjara Guantanamo.menyampaikan pidato kemenangannya pada pemilihan presiden 2012 yang lalu.

Pada pemilihan presiden November 2016 lalu yang dimenangkan Donald Trump, Obama mendukung kandidat separtainya, Hillary Clinton.

Selanjutnya, Donald Trump akan dilantik sebagai presiden pada 20 Januari 2017 mendatang.