Laku Spiritual Seorang Pengangguran Berpenghasilan Rp.7 juta per Bulan


"Jadi kenapa hari ini saya belum berhasil, pasti ada yang salah dengan spiritualitas, dan saya selalu mohon petujuk pada Tuhan"

Soreini.com, Pekanbaru - Seorang mantan manager sebuah perusahaan, saat ini menjadi pengangguran, namun mempunyai penghasilan Rp.7 juta per Bulan. Tim Soreini mencoba menggali jawaban, apa yang bisa dilakukan seorang penggangguran hingga mempunyai penghasilan Rp.7 juta per Bulan.

Mulanya, Soreini berkunjung ke rumah salah seorang mantan manager yang kini menganggur, saat itu Rabu sore, 11 Januari 2017 Soreini tidak berencana membuat liputan, hanya sekedar ngobrol dan ngopi sore sambil menikmati pergantian waktu pagi, siang menuju malam.

Sebut saja namanya Dani. Pria single parent yang hidup bersama putra pertamanya yang  saat ini masih duduk di kelas 3 Sekolah Dasar.

Dani membukakan pintu rumahnya, wajahnya terlihat lelah, kemudian Soreini memulai pembicaraan dengan menanyakan kabar, sambil menunggu rebusan air untuk kopi di sore ini.

Sambil duduk lesehan, Soreini bertanya tentang rencana bisnis dia yang seharusnya sudah dimulai awal tahun 2017 ini.

Dani bercerita, bahwa bisnisnya akan tertunda, meskipun Dani gagal memulai usahanya dia mampu mengumpulkan sekitar Rp.7 juta bahkan sampai Rp.26 juta lebih.

"Alhamdulillah, tiap bulan ada aja penghasilan, tapi ketika Tuhan belum menghendaki doa kita, maka ada saja yang menghentikan impian kita," ujar Dani.

Mendengar penghasilan Rp.7 juta dari seorang pengangguran, membuat Soreini ingin menggali lebih dalam, bagaimana caranya, dan apa yang telah dilakukannya selama menganggur.

Lalu Soreini menanyakan dari mana saja Dani memperoleh penghasilan cukup besar untuk ukuran seorang pengangguran.

"Ya dari mana saja, kadang ada orang butuh pengadaan barang atau jasa pokoknya apa yang bisa ku kerjakan berapapun nilainya aku bersyukur" Jawab Dani kepada Soreini.

Dani bercerita, dan mulai membuka kisah perjalanan hidupnya, yang terkadang merasa berat mempunyai status sosial sebagai seorang pengangguran, tapi dia bepikir meskipun menganggur dia mampu membeli mobil.

"Jangankan mobil ketika kita bisa punya sepeda motor, atau naik angkutan, kita bisa bekerja dan masih memiliki niat itu hal besar yang harus kita syukuri, yang penting ada niat," ujar Dani penuh keyakinan.

Mendengar penjelasan singkat itu, Soreini kembali bertanya, darimana Dani mendapat proyek tiap bulannya. Lalu, dia memberikan penjelasan dua hal.

Pertama, bahagiakan orang tua kita, termasuk orang di sekitar kita, baik dengan senyum maupun harta yang kita miliki, berapapun yang bisa kita beri.

Kedua, Jika Tuhan menunda keberhasilan kita, itu adalah indikator ada yang salah dengan spiritualitas kita.


"Jadi kenapa hari ini saya belum berhasil, pasti ada yang salah, dan saya selalu mohon petujuk pada Tuhan," ujar Dani

Pembelajaran sederhana ini mampu memberi gambaran, bahwa bisnis atau pekerjaan bukan sekedar strategi, semangat atau faktor logis lainya, namun ada satu hal yang menentukan, yaitu selalu menjalankan laku spiritual dengan penuh keyakinan. (SI/Fahmi)

Terimakasih telah membaca soreini, silahkan tinggalkan komen

Click to comment