Google Siapkan Rp.53 Miliar untuk Karyawan yang Terdampak Kebijakan Imigrasi Trump

Sundar Pichai Soreini.com, Silicon Valley - Google telah mempersiapkan dana imigrasi darurat sebesar US$ 4 juta (Rp 53,3 miliar) yang akan digunakan untuk membantu karyawan terdampak kebijakan imigrasi yang ditandatangani Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Dikutip Soreini.com dari Liputan6, Selasa, 31 Januari 2017 raksasa internet ini berjanji memberikan US$ 2 juta (Rp.26,6 miliar) dari perusahaan. Sementara, sisanya US$ 2 juta (Rp.26,6 miliar) diharapkan terkumpul dari donasi karyawan Google.

Jumat lalu, Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif yang melarang penduduk dari tujuh negara mayoritas muslim memasuki AS, setidaknya 90 hari ke depan.

Aturan ini juga berlaku bagi orang yang telah memiliki visa dan izin tinggal di AS. Ketujuh negara yang dimaksud yaitu, Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman.

Google menyebut, "Kami khawatir dengan dampak yang mungkin ditimbulkan karena peraturan ini. Misalnya saja pembatasan karyawan Google dan keluarga mereka. Selain itu, peraturan ini juga dapat menghambat hadirnya talenta-talenta ke AS."

Google akan terus memperhatikan masalah larangan imigran masuk ke AS hingga isu ini jadi perhatian pemimpin di Washington DC dan tempat lainnya.

Penggalangan dana tersebut dilaporkan merupakan kampanye terbesar yang dilakukan Google. Rencananya, penyalurannya dilakukan melalui American Civil Liberties Union, Immigrant Legal Resource Center, International Rescue Committee, dan UNHCR.

Kampanye Google ini diungkapkan dalam pesan yang dikirim CEO Google, Sundar Pichai. Selanjutnya, juru bicara Google mengkonfirmasi pada Minggu malam waktu setempat.

Pengumuman penggalangan dana ini muncul sehari setelah Pichai mengungkapkan dampak kebijakan imigrasi pada sejumlah staf Google.

"Kami kecewa dengan dampak kebijakan terhadap karyawan dan keluarga mereka. Kebijakan itu dapat membuat batasan untuk menghadirkan talenta-talenta hebat ke AS," tulis Pichai.

Dalam kesempatan berbeda, Uber juga berjanji memberikan bantuan dana senilai US$ 3 juta atau Rp.40 miliar untuk pengemudi Uber yang terdampak kebijakan imigrasi tersebut.